Menghitung Perkiraan Biaya Bangun Rumah Minimalis

Memiliki rumah sendiri bisa jadi impian bagi jutaan orang yang ada di dunia ini.

Apalagi bagi pasangan yang baru saja menikah.

Bukan hanya sekedar tempat bernaung dan berlindung, rumah juga menjadi tempat berbagi dan tempat kita menemukan kedamaian.

Rumah adalah sebuah kebutuhan yang suatu hari harus kita miliki sendiri.

Untuk memiliki sebuah rumah, Anda bisa membeli rumah baru, rumah bekas, rumah besar atau membangun rumah minimalis sendiri dengan membuat perkiraan biaya bangun rumah minimalis secara cermat.

Semua tergantung kemampuan finansial Anda.

 

 Mahalnya Harga Rumah Saat ini

Sayangnya, dengan situasi ekonomi seperti sekarang ini, memiliki rumah sendiri masih dirasa cukup sulit.

Untuk membeli sebuah rumah secara tunai tentulah membutuhkan dana yang besar.

Belum lagi, harga rumah selalu naik tiap tahunnya.

Namun, tentunya tak ada yang mustahil di dunia ini, bukan?

biaya membangun rumah minimalis

Kehadiran konsep hunian minimalis menjawab semua kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki rumah aman dan nyaman namun dengan budget pas-pasan.

Jika Anda tidak memiliki tabungan sendiri, Anda bisa memanfaatkan program KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Saat ini, hampir semua bank menawarkan program KPR yang bisa membantu meringankan beban masyarakat yang ingin memiliki sebuah rumah melalui sistem kredit atau cicilan.

Sampai di sini, kendala lain muncul. Untuk membangun rumah, nyatanya tak semudah kita membayangkannya. Seperti apakah rumah yang aman dan nyaman itu?

Rumah yang bukan cuma untuk diri sendiri tapi juga untuk mereka yang harus tumbuh dan berkembang jadi manusia seutuhnya.

Supaya mereka tidak merasa penat di rumah yang sumpek dan kecil. Namun mereka bisa tumbuh dengan damai dan bahagia di rumah yang nyaman, walaupun berukuran kecil.

 

Rumah Minimalis yang Lebih Murah

Rumah minimalis merupakan rumah yang memiliki konsep pengaturan furnitur seminim mungkin.

Desainnya modern dan praktis, namun memberikan denah lantai penuh dengan ruangan serba fungsional, nyaman, dan efisien.

Untuk desain rumah minimalis, anda bisa menggunakan jasa desain rumah yang baik dan berpengalaman.

perencanaan biaya membangun rumah

Ada beberapa tipe rumah minimalis, seperti tipe 21, 36, 45, 60, 72, dan banyak lagi.

Yang merujuk pada angka tipe ini adalah ukuran bangunan rumah dalam skala m2.

Misalnya tipe 36/60 yang berarti luas bangunan rumah adalah 36 m2 dan luas tanah adalah 60 m2.

Lantas, berapa sih perkiraan biaya bangun rumah minimalis?

 

Perhitungan Sederhana Biaya Membangun Rumah Minimalis

Contohnya, Anda akan membangun rumah minimalis 1 lantai dengan tipe 36/60.

Maka perkiraan biaya yang perlu Anda perhitungkan berdasarkan sistem per m2 adalah sebagai berikut.

Biaya membeli tanah didapat dengan menghitung harga tanah per m2 x luas tanah per m2.

Jadi, tanah yang dibutuhkan seluas 60 m2 dengan perkiraan harga Rp1 juta per m². Maka, biaya beli tanah adalah Rp1.000.000 x 60 = Rp60.000.000.

Dalam perhitungan biaya upah tukang, untuk membangun rumah minimalis biasanya butuh 1 kepala tukang dan 4 – 7 orang asisten.

Sebagai perkiraan, biasanya biaya kepala tukang sekitar Rp100.000-Rp150.000 per hari. Kalau mau sistem borongan jasa (tanpa bahan material) sekitar Rp800.000-Rp1.200.000 ribu per m2.

Sementara untuk biaya borongan penuh berkisar Rp3-4 juta per m2. Tinggal Anda tentukan sistem mana yang akan Anda pilih.

Selanjutnya, Anda memastikan biaya bangunan per m2 di sekitar lokasi Anda akan membangun rumah.

Misalnya, Anda akan membangun rumah dengan sistem borongan penuh dengan perkiraan biaya Rp3.000.000 per m2.

Maka perhitungannya adalah luas bangunan x harga bangunan per m2. Jadi, biaya yang perlu disiapkan adalah 36 m2 x Rp3.000.000 (upah tukang + material) = Rp108.000.000.

Dengan demikian, perkiraan total biaya bangun rumah tipe 36/60 (tanah + bagunan) adalah Rp60.000.000 + Rp108.000.000 = Rp168.000.000.

Alangkah baiknya, dalam merencanakan perkiraan biaya bangun rumah minimalis, Anda menyediakan dana cadangan untuk biaya lain-lain.

Biaya ini diperlukan untuk menutupi biaya yang tidak terduga selama masa pembangunan. Anda bisa menyiapkan dana sebesar 10% dari biaya total anggaran.