CARA MENGELOLA PASOKAN ALAT KESEHATAN

Melihat kondisi saat ini, pastilah semua orang telah sadar bahwa kekurangan alat-alat kesehatan seperti masker, ventilator, dan berbagai perlengkapan unit perawatan intensif (ICU), tentu akan menghambat upaya heroik para profesional bidang kesehatan di seluruh dunia untuk mengatasi masalah pandemic yang tengah melanda dunia saat ini.

Sekarang, para supplier alat kesehatan harus pandai dalam menerapkan strategi penyediaan dan praktik manajemen yang sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan sumber daya yang langka, mengurangi kekurangan pasokan alat kesehatan, dan memperluas kapasitas dengan cepat.

Meskipun manajemen yang baik tentu tidak akan pernah bisa menggantikan praktisi medis yang berdedikasi dan terampil, namun meningkatkan manajemen supplier alat kesehatan penting untuk memastikan bahwa para profesional seperti dokter dan perawat memiliki sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Pandemi covid-19 memang memberikan guncangan yang besar pada permintaan akan kapasitas perawatan kesehatan yang sudah beroperasi pada kapasitas maksimalnya. Meskipun langkah-langkah social distancing, pembatasan perjalanan, dan aturan menjaga kebersihan dengan sabun dan sanitizer dapat membantu mengurangi potensi penularan, namun itu hanyalah sebagian dari solusi.

Masih diperlukan system manajemen yang tepat bagi metode penyediaan alat kesehatan untuk membantu meringankan kemacetan system sebagai akibat dari kurangnya pasokan alat kesehatan. Berikut adalah dua tahapan manajemen pasokan yang dapat dilakukan oleh para supplier alat kesehatan maupun oleh pihak rumah sakit dalam membantu menangani masalah pandemic saat ini:

Waspadai ketergantungan antar sistem

Sistem perawatan kesehatan terdiri dari banyak poin perawatan yang saling terkait yang menyebabkan setiap system perawatan bersifat tidak mandiri. Misalnya, meningkatnya permintaan ruang bersalin juga akan meningkatkan permintaan akan perawatan nifas dan bayi yang baru lahir.

Artinya, perubahan pada satu sistem dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan pada sistem lainnya. Apa yang perlu kita pelajari di sini adalah untuk secara hati-hati mengklasifikasikan pasien berdasarkan risiko penundaan layanan kesehatan terkait alat kesehatan yang langka.

Dalam konteks pandemi Covid-19 misalnya, pihak rumah sakit harus sangat berhati-hati dalam melakukan penundaan perawatan yang dapat mengakibatkan pasien covid yang awalnya tidak membutuhkan ventilator menjadi membutuhkan ventilator karena keterlambatan penanganan.

Jadi sebisa mungkin pihak rumah sakit harus memberikan perawatan secepatnya agar kondisi pasien tidak semakin para dan harus menggunakan alat kesehatan seperti ventilator yang langka keberadaannya.

Perkirakan permintaan dalam jangka pendek.

Pihak supplier kesehatan juga dapat membantu dengan meramalkan permintaan akan kebutuhan alat kesehatan untuk satu atau dua minggu kedepannya. Mungkin terdengar sepele, tapi penerapan perkiraan akan kebutuhan alat kesehatan ini akan sangat membantu.

Ketika sistem kesehatan sudah terlalu terbebani, perbedaan kecil dengan membantu meramalkan kebutuhan alat kesehatan tentu saja akan sangat membantu. Dengan memperkirakan jumlah alat kesehatan yang dibutuhkan, para supplier alat kesehatan dapat menyediakan alat kesehatan ketika rumah sakit mebutuhkannya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *